Berita LIPI

Apakah organisasi anda telah menerapkan ISO 9001:2008? Atau organisasi anda sedang dalam persiapan implementasi ISO 9001:2008?. Jika benar, berarti organisasi anda perlu mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dokumen sistem manajemen mutu terhadap standar ISO 9001 yang sebentar lagi akan direvisi. Pada tahun 2015 ini, ISO berencana untuk merevisi standar ISO 9001:2008.

ISO 9001 adalah salah satu standar popular yang diterbitkan oleh ISO[1]. ISO 9001 merupakan  standar internasional untuk sistem manajemen mutu (SMM)[2]. Sejak pertama kali diterbitkan ditahun 1987, ISO 9001 telah mengalami revisi sebanyak tiga kali yaitu pada tahun 1994, 2000, dan 2008. Sama seperti standar ISO yang lain, kurang lebih setiap 5 tahun semua standar ISO ditinjau kembali untuk menentukan apakah standar tersebut masih relevan atau tidak dengan pasar[2]. Lebih lanjut, standar ISO 9001 termasuk salah satu standar yang rencananya akan direvi pada tahun ini[2]. ISO merencanakan standar ISO 9001:2015 resmi dipublikasikan pada akhir tahun 2015. Jika melihat pada timeline proses revisi ISO 9001 yang ditetapkan ISO, ISO 9001:2015 direncanakan resmi terbit pada bulan September ini[4].

Sampai saat ini, revisi atas ISO 9001 sedang berada pada tahap proses Stadium (FDIS), yaitu tahap kelima tahap proses [2]. FDIS merupakan tahapan dimana subkomite ISO merevisi standar tersebut dengan mempertimbangkan semua komentar yang diterima selama voting di tahap International Stadium(DIS) agar dapat menghasilkan draft akhir, yang kemudian diajukan kepada seluruh anggota ISO untukpemungutan suara kembali apakah draft final tersebut disetujui atau tidak. Jika disetujui maka standar tersebut dapat dipublikasikan oleh ISO

Menurut Nigel Croft, Ketua subkomite ISO untuk revisi ISO 9001, perubahan yang terjadi pada ISO 9001 : 2015 lebih menekankan pada 3 konsep inti, yaitu (1) pendekatan proses, (2) metodologi PDCA (plan-do-check-act), dan (3) riskbased thinking (RBT)[1].  Dua konsep inti sudah ada pada standar ISO 9001: 2008, yaitu pendekatan proses dan metodologi PDCA. Sedangkan konsep RBT adalah konsep inti baru yang ditambahkan pada perubahan standar kali ini. Nigel Cort mengatakan bahwa dengan memasukan konsep RBT pada ISO 9001, organisasi yang menerapkan standar tersebut diharapkan dapat mencegah segala luaran (output) yang tidak diinginkan atau tidak menyenangkan (undesirable)[1].

Lantas perubahan apa saja yang akan terjadi pada draft standar ISO 9001 : 2015. Pertama, ISO 9001:2015 direncanakan akan menjadi 10 klausul, yaituScope, Normative references, Terms and definitions, Context of the organization, Leadership, Planning, Support, Operation, Performance evaluation, danImprovement[3,4]. Kedua, mengenai dokumen sistem manajemen mutu (SMM), pedoman mutu (quality manual) sudah tidak diwajibkan lagi[4]. Hal tersebut mungkin dikarenakan dalam prakteknya sebenarnya banyak organisasi yang tidak menggunakan pedoman mutu dalam menjalankan SMM. Dengan kata lain, mungkin relevansi adannya pedoman mutu dalam implementasi sistem manajemen mutu sudah tidak terlalu berguna bagi organisasi. Ketiga, organisasi sudah tidak diwajibkan lagi untuk membuat 6 prosedur wajib yang disyaratkan pada ISO 9001:2008[5]. Dari perubahan tersebut dapat dilihat bahwa draft ISO 9001:2015 memberikan kebebasan yang seluasluasnya bagi organisasi untuk membuat perosedur sesuai dengan konteks organisasinya.

Keempat, mengenai istilah, terdapat istilahistilah yang akan berubah yaitu dokumen dan rekaman (record) akan dihapus dan dijadikan satu istilah yaitudocumented information[4]. Disamping itu, istilah “produk” diganti menjadi “barang dan jasa” [4]. Istilah “supplier” juga diubah menjadi “external provider” [4]. Adapun istilah lain yang berubah adalah “purchased product” menjadi “externally provided product and services” dan “work environment” menjadi “Environment for the operation of processes” [4].

Kelima, istilah management representative (MR) sudah tidak ada lagi[4]. Meskipun begitu, organisasi tetap harus memilih seseorang untuk bertanggung jawab dan memiliki wewenang seperti MR. Ini artinya sebenarnya standar mensyaratkan bahwa tanggung jawab dan wewenang MR tidak harus berasal dari jajaran manajemen organisasi. Keenam, pendekatan proses lebih ditekankan pada perubahan standar kali ini[4]. Penekanan pendekatan proses secara lebih rinci dalam draft ISO 9001:2015 dituangkan pada klausul 4.4 (quality management system and its processes).

Ketujuh, persyaratan mengenai preventive action akan ditiadakan dan diganti dengan pendekatan berbasis risiko (risk based approach)[4]. Kedelapan, mengenai pengecualian (exclusions) yang ada pada klausul 1.2 di ISO 9001:2018 akan dihilangkan[4]. Konsekuensinya adalah sudah tidak ada alasan lagi bagi organisasi untuk tidak dapat memenuhi semua persyaratan yang sudah ditetapakan pada standar ISO 9001 yang baru.

Demikian informasi mengenai kemungkinan perubahan-perubahan yang akan terjadi pada standar ISO 9001. Yang perlu diingat adalah perubahan tersebut masih berupa draft dan belum resmi ditetapkan oleh ISO. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari ISO!. I Gede Mahatma Yuda Bakti

Sumber : http://smtp.lipi.go.id/berita398–SIAP–E2-80-93-SIAP–21-Standar-ISO-9001-3A2008akan–E2-80-9Cdirevisi-E2-80-9D-tahun-ini.html

May 21, 2017

Siap- Siap ! Standar ISO 9001:2008 akan direvisi tahun ini

Apakah organisasi anda telah menerapkan ISO 9001:2008? Atau organisasi anda sedang dalam persiapan implementasi ISO 9001:2008?. Jika benar, berarti organisasi anda perlu mempersiapkan diri untuk menyesuaikan […]
May 21, 2017

Kemenristek Dikti Menetapkan Pusat Metrologi Sebagai Pusat Unggulan Iptek Yang dibina

Tanggal 22 Desember 2016 menjadi hari yang bersejarah bagi Pusat Metrologi LIPI dengan lolosnya usulan Pusat Metrologi LIPI sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang dibina.  Dalam […]