Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Nuklir diuji Melalui Latihan Kedaruratan Nuklir

(Serpong, 10/11/2016) Pada hari Rabu (09/11) sekitar pukul 09.30 wib telah terjadi ledakan di gedung kimia yang berlokasi tepat di belakang gedung Reaktor Serbaguna GA. Siwabessy (RSG-GAS), Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan. Tidak lama kemudian, pejabat pelaksana harian Pusat RSG-GAS, Yusi melalui paging menyatakan situasi dalam keadaan darurat. Semua karyawan diharuskan meninggalkan ruangan dan dilakukan pengecekkan satu per satu untuk memastikan apakah karyawan terkontaminasi zat radioaktif.
Kejadian itu adalah bagian dari skenario yang dijalankan pada latihan kedaruratan nuklir nasional yang digelar oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (09/11).
Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto mengatakan, penanggulanan terhadap potensi kecelakaan dari penggunaan sebuah teknologi perlu diperhatikan, karena potensi bahaya sekecil apapun pasti ada. Insiden atau kecelakaan dapat terjadi kapan dan dimana saja, begitu juga dengan potensi resiko kecelakaan nuklir.
“Potensi resiko kecelakaan nuklir atau radiologi nuklir dapat terjadi di fasilitas nuklir kapanpun dan dimanapun. Untuk itu, penanggulangan keraduratan nuklir membutuhkan keandalan tanggap darurat yang cepat untuk mencegah eskalasi dan meminimalkan dampak yang merugikan,” ujar Jazi pada pembukaan latihan kedaruratan.
Keandalan kemampuan tanggap darurat dan radiologi nuklir, menurut Jazi perlu terus dibangun melalui program kesiapsiagaan darurat nuklir yang melibatkan para pemegang izin penggunaan zat radioaktif yang melibatkan pemerintah daerah maupun nasional dalam latihan penanggulangan kedaruratan nuklir sebagai bentuk perwujudan dari pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2012 tentang Keselamatan dan Keamanan Fasilitas Nuklir. Latihan kedaruratan nuklir secara nasional ini digelar setiap 4 tahun sekali, di samping latihan kedaruratan nuklir ditingkat daerah yang digelar setiap 2 tahun sekali.
Latihan kedaruratan nuklir ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun sistem kesiapsiagaan tanggap darurat nuklir yang handal disamping meningkatkan kemampuan dan keterampilan personil tanggap darurat. Selain itu latihan kedaruratan nuklir ini juga dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi kemampuan operasi organisasi tanggap darurat nuklir nasional dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam merespon adanya kedaruratan nuklir serta menguji standar operasional prosedur penanggulangan kedaruratan nuklir. (pur)
Sumber :  http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/pendayagunaan-teknologi-nuklir/reaktor-serba-guna/2807-kesiapsiagaan-tanggap-darurat-nuklir-diuji-melalui-latihan-kedaruratan-nuklir#sthash.xg2MqTJb.dpuf