P3KLL di Festival Perhutanan Sosial Nusantara 2016

Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) 2016 digelar selama 3 hari pada 6-8 September di Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta.  Perhutanan Sosial merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berhubungan langsung kepada masyarakat, baik masyarakat didalam atau sekitar kawasan hutan. P3KLL ikut berpartisipansi mengisi kegiatan festival ini,  berada satu stand bersama BLI – KLHK  mempublikasikan kemampuan, teknologi, inovasi dan  fasilitas yang dimikili P3KLL.

Sebelum Ibu Menteri KLHK membuka acara, didahulukan oleh sambutannya Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Dr. Hadi Daryanto yang menyatakan bahwa  “Dirjen PSKL baru terbentuk 2 tahun di era kepemimpinan saat ini, sehingga ketika ada inisiatif untuk melaksanakan Festival Pesona, saya berharap-harap cemas” ujarnya. Namun ternyata diluar dugaan peserta yang hadir melebihi target, bahkan pejabat daerah banyak yang hadir termasuk Gubernur Sumatera Barat, Bupati Bulukumba dan Bupati Tanah Laut. Dirjen PSKL – KLHK menambahkan minat untuk mengisi stand pameran pun sangat tinggi akan menampilkan berbagai macam produk hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan oleh masyarakat termasuk bahan kerajinan. Stand pameran dibuat dengan nuansa dan ornament Khas Adat Kalimantan, Papua dan Sulawesi.

Selanjutnya Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dr. Siti Nurbaya) dalam sambutannya mengatakan  “Ini merupakan bukti bahwa perhutanan sosial telah lama dilaksanakan oleh masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan, meskipun sempat diterpa gelombang akibat krisis ekonomi yang melanda negeri ini.

Di kegiatan pameran ini tidak hanya kegiatan berupa edukasi, program ini pun akan berisi panggung hiburan untuk menghibur dan memberikan kegembiraan yang khas dari sebuah pesta rakyat. Hiburan dalam festival ini berupa pentas seni dari berbagai kesenian budaya yang ada di Indonesia. Mulai dari kesenian angklung, orkes kecapi, pentas musik tradisional sasando, pentas musik tradisional harpa, festival gunung merapi (Jathilan), pentas musik pengamen jalanan, pentas musik dog dog jolor, dan masih banyak kesenian lain yang akan ditampilkan.

Pengunjung Festival Perhutanan Sosial Nusantara 2016 didominasi oleh instansi negeri, pemerhati lingkungan dan kehutanan, mahasiswa serta masyarakat umum.