Amankan Data Pemerintah, BPPT Siapkan Berbagai Langkah Jitu

BPPT amankan data

bppt.go.id – Sebagai unit kerja di lingkungan Kedeputian Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM),  Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) tengah mengkaji-terap Inovasi dan Layanan Teknologi untuk mewujudkan layanan pemerintahan dan swasta secara elektronik berbasis identifikasi elektronik.

Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM, Hammam Riza, menegaskan bahwa BPPT melalui kedeputian yang dipimpinnya akan mendukung penuh dalam mencari solusi teknologi terhadap program prioritas nasional. “Bidang TIK yang berada dalam lingkup Kedeputian TIEM, menyusun berbagai inovasi sebagai bentuk pengejawantahan prioritas pembangunan Bidang Reformasi Birokrasi serta Bidang Keamanan dan Ketertiban,” ucapnya.

Hammam juga menambahkan, inovasi tersebut bertujuan untuk peningkatan kualitas layanan publik dari pemerintah, efisiensi penggunaan sumber daya TIK dan pengamanan data serta informasi dalam transaksi elektronik yang terjadi melalui jaringan internet publik.

Terpisah, Michael A. Purwoadi, Direktur PTIK BPPT, menjelaskan secara rinci langkah-langkah yang diambil unitnya dalam pengakselerasian program.

“Tujuan tersebut dicapai melalui penggunaan teknologi internet, mobile communication dan cloud computing serta pembangunan Otoritas Sertifikat Dijital (Certificate Authority/CA) yang akan memberikan identifikasi elektronik bagi setiap orang yang bertransaksi melalui internet. Identifikasi elektronik ini akan dapat digunakan dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan, layanan swasta. Bahkan identifikasi dapat juga digunakan dalam menjalankan hak demokrasinya dalam pemilihan umum melalui inovasi e-Voting dan e-otentifikasi yang juga sedang diujicobakan,” terang Michael.

Ia juga mengatakan, dalam pengembangannya nanti akan dilakukan pula inovasi di bidang cyber security berupa security operation center yang akan mengamankan data-data yang dipertukarkan sekaligus mengamankan data center cloud computing maupun data center CA.

“Keamanan menggunakan internet mobile communication terhadap adalah keharusan. Dengan terbangunnya sistem ini, kejahatan cyber yang membahayakan pusat data akan terpatahkan,” tandas Michael.

Keunggulan dari inovasi yang dihasilkan adalah adanya kemandirian, ketunggalan dan kerunutan dalam identifikasi elektronik yang diberikan kepada para aktor pengguna. Hal ini menurut Hammam dikarenakan CA yang digunakan adalah CA-berinduk pada root-CA nasional yakni root-CA yang dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Perangkat lunak berbasis cloud computing yang dikembangkan juga dapat dikonfigurasi sesuai dengan kondisi jaringan komunikasi di Indonesia yang sangat bervariasi.

Dengan dibangunnya data center yang diamankan untuk cloud computing serta CA di Indonesia, Ia meyakini bahwa seluruh server data nantinya akan berada di Indonesia.  Hal ini tentu saja yang akan memudahkan pengamanan data-data pemerintahan maupun masyarakat dari kegiatan-kegiatan merugikan yang dilakukan pihak luar negeri.

“Kami berharap teknologi ini dapat digunakan secara nasional oleh pemerintah dan dioperasikan oleh lembaga pemerintah yang berkompeten di bidang infrastruktur TIK dan keamanan cyber. Dengan begitu maka kementerian teknis dapat fokus pada proses bisnis layanan publik yang menjadi wewenangnya. Publik pun akan merasa tenang dalam mengakses setiap layanan pemerintah,” pungkas Hammam. (humas/HMP)