PUSPIPTEK

KUNJUNGAN KERJA MENRISTEK/KEPALA BRIN KE KAWASAN GALERI ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI INOVASI (GIPTI)

 

Tangerang Selatan (15/01/2020) – Di era digital saat ini, Indonesia masih kekurangan tenaga ahli di bidang IT sehingga masih ada yang menggunakan tenaga asing. Dengan keberadaan Apple Academy yang merekrut kira-kira 200 siswa setiap tahunnya, kita harapkan dengan kualitas mereka bisa menggantikan peran tenaga asing tersebut dan menjadi pelopor dalam mengembangkan teknologi dan juga riset di perusahaan unicorn maupun start up. Demikian ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat Apple Developer Academy Graduation, di Green Office Park 9, Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Selasa (14/01/2020).

Tahun ini Apple Developer Academy yang bekerja sama dengan Universitas Binus telah melahirkan 194 wisudawan dalam program beasiswa pelatihan coding angkatan kedua. Dalam graduation ini, para wisudawan dan wisudawati  yang telah lolos seleksi  program beasiswa mendapatkan pelatihan coding selama sepuluh bulan sejak April 2019 hingga Januari 2020 dan telah menghasilkan 36 aplikasi untuk Apple Store yang sudah dapat diinstall oleh pemilik iPhone diseluruh dunia. Salah satu aplikasi yang ditampilkan pada acara graduation tersebut adalah Hearo. Yakni aplikasi yang dapat mengubah bahasa isyarat menjadi teks dan suara. Aplikasi ini bertujuan membantu para tuna rungu dan tuna wicara yang berkomunikasi dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Setelah menghadiri acara Apple Developer Academy Graduation, Menristek/Kepala BRIN kemudian mengadakan kunjungan ke kawasan Galeri Ilmu Pengetahuan Teknologi Inovasi (GIPTI) di Pagedangan. Turut mendampingi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kepala PUSPIPTEK Sri Setiawati, serta beberapa perwakilan dari Sinarmas Land.

“Lahan ini merupakan lahan milik PUSPIPTEK yang sudah 30 tahun terbengkalai karena posisinya di bawah tegangan tinggi. Kemudian tahun 2013 ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), sehingga kita kelola kembali dengan membangun GIPTI” ujar Kepala PUSPIPTEK.

Menristek/Kepala BRIN merasa sangat antusias dengan dibangunnya GIPTI tersebut. Sehingga produk-produk hasil hilirisasi penelitian dan teknologi bisa dapat disampaikan kepada masyarakat luas dengan membuat konsep open space museum dengan konsep taman.

“Pusat Peraga Iptek yang di Taman Mini akan dipindah kesini. Kita menyebutkan Science Technology and Innovation Museum Center yang futuristic. Itu seperti museum sehingga anak-anak bisa tahu teori-teori dasar fisika, kimia, biologi hingga kekinian. Semuanya harus interaktif, tidak pakai display, tidak pakai diorama-diorama” ujar Menristek/BRIN.

 

(teks/foto : Humas PUSPIPTEK/MO)