PUSPIPTEK

RAKORNAS KEMENRISTEK/BRIN TAHUN 2020 DI PUSPIPTEK DIBUKA OLEH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

 

Tangerang Selatan (31/01/2020) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan di Gedung Graha Widya Bhakti – PUSPIPTEK pada tanggal 30 Januari 2020. Tujuan kegiatan Rakornas ini adalah untuk mensosialisasikan organisasi RISTEK/BRIN, mensinergikan program riset, teknologi, dan inovasi nasional (RISTEKIN) 2020 -2024, serta menyusun rekomendasi langkah-langkah strategis Kemenristek/BRIN dalam pembangunan riset, teknologi, inovasi dan sumberdaya IPTEK.

Dalam kesempatan ini Presiden Jokowi menjelaskan bahwa BRIN harus bisa mengorkestrasi pengembangan riset yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memecahkan permasalahan bangsa dan memanfaatkan peluang global demi kemajuan negara Indonesia.

Kemudian Presiden Jokowi meminta BRIN agar mampu mendeteksi dan mengindentifikasi topik-topik riset yang strategis dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.

“BRIN harus menjadi  badan intelejen inovasi bangsa . Birokrat-birokrat BRIN jangan hanya duduk dikantor, dibelakang meja, tapi harus turun dan keliling. Identifikasi riset-riset inovatif dan strategis, identifikasi masalah-masalah yang ada dari hulu sampai hilir dan selesaikan kesulitan-kesulitan itu lewat riset dan inovasi” ujar Presiden Jokowi

Secara khusus  Presiden  Jokowi menyampaikan tiga arahan untuk BRIN. Pertama harus segera mengonsolidasikan agenda riset strategis nasional di berbagai bidang. Ia berharap riset-riset tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi negara dan bagi perekonomian masyarakat.

Kedua, Presiden meminta BRIN untuk melakukan konsolidasi anggaran. Menurut Presiden, anggaran riset Indonesia tersebar di berbagai lembaga riset dan penelitian yang jika digabungkan nilainya mencapai Rp27,1 triliun. Menurutnya dana riset tersebut jika dikonsolidasikan dengan baik dapat menghasilkan penemuan, bukan tidak mungkin akan melompat 2 hingga 4 kali lipat. Ia tidak ingin jika riset-riset yang dilakukan hanya menghasilkan laporan yang akan ditaruh di lemari.

Ketiga, Presiden meminta BRIN untuk mengonsolidasikan aktor dan jejaring yang harus terlibat dalam proyek inovasi strategis nasional. Selain mengonsolidasikan 329 unit riset milik kementerian dan lembaga, Presiden ingin agar BRIN mengajak semua pihak untuk bekerja sama, termasuk meningkatkan peran swasta dalam riset-riset unggulan.

Beberapa rangkaian acara ini antara lain rapat pleno yang menghadirkan pembicara antara lain Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. PINDAD (Persero) Ade Bagdja, Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro,  Direktur Utama PT. Kimia Farma Verdie Budidarmo, Direktur Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Raymond Rubianto Tjandrawinata, Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro serta Majelis Penelitian dewan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Med Puruhito dr SpB.

Kemudian ditampilkan pula beberapa hasil inovasi dari Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) antara lain 1) BATAN dengan Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Kanker dan Prototipe PLTN Skala Industri, 2) BPPT dengan Implan Tulang, Teknologi Perkeretaapian (Kereta Cepat), Drone PUNA/PTTA MALE Kombatan, Garam Terintergrasi, Sistem Big Data Nasional, dan Kapal Harbour Tugboat, 3) LAPAN dengan Pesawat N219 Amphibi, Satelit Konstelasi Komunikasi Orbit Rendah, dan Roket Dua Tingkat, 4) LIPI dengan Teknologi Pegolah Makanan, 5) PUSPIPTEK dengan Produk Tenant Pilihan Binaan Technology Business Incubation Center (TBIC), 6) Direktorat Inovasi Industri Kemenristek/BRIN dengan Benih Unggul IPB 3S, Sel Punca, Metabolit, dan Rekayasa Jaringan UI, Katalis Merah Putih ITB, dan Baterai Lithium UNS, dan 7) Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dengan Produk Tenant Pilihan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), termasuk kapal pelat datar.

Rakornas 2020 turut dihadiri oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dna Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitra, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, serta Gubernur Banten Wahidin Halim dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany.

 

(teks/foto : Humas PUSPIPTEK/MO)